Showing posts with label Sisi Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Sisi Kehidupan. Show all posts

6.09.2011

Berapa Rupiah Harga 30 Menit ?

0 comments


Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak
seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas
dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya,
Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia
akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah
menuju ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang.
Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?"
"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10
jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25
hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika
Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari
mengikutinya.

"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti
satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.
Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti
pakaian, Imron kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp
5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."

"Tapi, Ayah..." Kesabaran Rudi habis. "Ayah bilang tidur!" hardiknya
mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai
mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron
didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp
15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi
berkata, "Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih
minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan
bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih."
"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini."

"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.
"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga.
Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat
berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp
15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-,
maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp
5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata.

sumber :airputih / yahoo group

11.26.2010

Payudara dan Sepatu Hak Tinggi

0 comments
Sejak kecil, orangtua, dan juga guru-guru kita pasti sudah mengajarkan untuk duduk tegak, jangan malas-malasan agar postur tubuh tetap bagus. Padahal, tanpa disadari, kegiatan sehari-hari kita saja bisa membuat postur tubuh buruk. Tahukah Anda bahwa tulang punggung yang membungkuk bisa berarti sakit punggung, perut buncit, bahkan payudara turun.

Kegiatan sehari-hari yang dilakukan dalam waktu lama tanpa sadar melatih postur membungkuk. Misal, ketika bekerja di depan komputer atau saat menyetir, kita cenderung membungkuk. Pada saat seperti ini, otot di bagian dada menjadi kaku sehingga menarik otot pundak. Jika ini terjadi dalam waktu lama dan sering, maka postur Anda akan membungkuk di masa depan. Apakah leher Anda pernah terasa sakit saat bekerja? Itu adalah hasil dari postur buruk. Membungkuk memberikan tekanan di bagian atas tulang punggung yang mengakibatkan sakit pada pundak, leher, dan punggung.

Postur buruk tak hanya berarti pundak yang membungkuk saja. Ketika kita terlalu sering duduk, otot di bagian depan panggul jadi pendek dan kaku karena jarang digunakan. Sementara itu, otot pada bokong ketika kita tak lagi bergerak, lupa berkontraksi. Perpaduan otot kencang di bagian depan panggul dan otot bokong yang lemah membuat pelvis terdorong ke depan. Hasilnya? Perut bagian bawah Anda akan maju, membuat perut Anda terlihat besar, bahkan jika Anda tak memiliki lemak berlebih di bagian tersebut.

Yang makin memperparah keadaan adalah sepatu hak tinggi. Rachel Cosgrove, C S C S, penasihat kebugaran Women’s Health, mengatakan, hak tinggi membuat otot pergelangan kaki tegang. Hal ini akan mengakibatkan otot tegang dan keras ke seluruh otot kaki hingga punggung bagian bawah. Hasil dari keadaan ini adalah membuat Anda membungkuk lebih parah. Dengan demikian, hal itu membuat payudara kehilangan bentuknya sehingga terlihat tidak indah.


berbagai sumber

10.29.2010

Beralih dari Harta ke Darma

0 comments
Peta politik yang naik turun itu mewarnai perjalanan kita sebagai bangsa beberapa tahun belakangan ini. Pertanyaannya, apakah percaturan politik itu sesuatu yang lumrah ataukah sebuah perwujudan wacana yang berakar jauh kemasa silam ?

Doktor Damardjati Supadjar, dosen Fakultas Filsafat UGM, melihat, perjalanan bangsa dan para laki laki yang menerbos segala sesuatu. Terbukti kemudian Sukarno melawan kolonialisme dan melepaskan rakyat keluar dari belenggu penjajahan. Sayangnya, Bung Karno yang merupakan personifikasi dari kama itu terdepak lantaran dianggap tau arah gerakan pasukan Cakrabirawa. Gerakan yang kemudian oleh angkatan darat disebut sebagai upaya pendongkelan Sukarno dari jabatan Presiden.

Lantas, berpedoman pada surat perintah 11 maret 1966 yang diteken Bung Karno, Soeharto tampil hingga menjadi Presiden ke-2 RI. Dari dudut wawasan kosmologis, ia juga sosok yang tepat dengan priode kosmologi harta.

Darmadjati mengakui, keunggulan Soeharto yang lahir di Desa Kemusuk, 8 Juni 1921, terletak pada penghayatannya soal keseimbangan kosmis melalui laku asta brata, atau hidup religius alami. Laku yang menyesuaikan dengan kedelapan unsur yaitu matahari, bulan, bintang, suasana, tanah, bumi, air, angin, dan api. “jadi, Pak Harto itu juga memenuhi syarat dalam mempersonifikasikan tahap kosmologis (harta) itu.”

Sayang, dalam perjalanannya, jenderal yang murah senyum itu melakukan kesalahan fatal. Ia mengucapkan tekad yang bunyinya apa mukti apa mati (mukti = sejahtera) pada tahun 1945. Tekad itu diperkuat saat ia juga mengadopsi semboyan tiji tibeh : mukti siji mukti kabeh, mati siji mati kabeh (satu sejahtera, yang lain ikut sejahtera. Mati satu, mati semuanya.) Karena pada saat gerakan 1965 Soeharto mukti dan tidak mati, maka semua kroninya ikut mukti.

“Kita yang mempelajari visi-misi demikian, terus terang terkejut secara kejiwaan. Kok begini, mati untuk mukti, enggak ada ajaran Jawa begitu,” kata Darmadjati. Dalam ajaran Jawa, katanya, tidak dikenal orang mencari kekayaan. Yang dicap kaya justru orang luar. Sementara orang Jawa justru diidentikkan dengan kerendahan hati dan mementinggkan arah hidup. “yen wong jawa ilang kasutapane, pada karo Cina ilang petunge, pada karo Londo ilang budayane (jika orang jawa kehilangan arah hidupnya, itu sama saja dengan orang cina kehilangan kemampuan menghitungnya, atau orang Belanda yang kehilangan budayanya).”

Jadi, gangguan dalam menghadapi hari akhir Soeharto dan dinastinya adalah hukum yang mau tidak mau mengenai diri sendiri karena Soeharto salah membuat simpul mukti. Karena itu periode sekarang masih periode harta, dan kesalahan itu harus dikoreksi.

Dalam pengamatan Darmadjati, keguncangan yang menimpa Soeharto juga di perparah oleh kesalahannya dalam menafsirkan berbagai hal. Misalnya, pada pemugaran Monumen Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta tahun 1997, Soeharto menancapkan gunungan di belakang monumen. “padahal gunungan yang disusulkan dan ditancapkan tegak lurus, dalam pewayangan berarti goro goro. Terbukti, goro goro itu hingga sekarang belum selesai mewarnai kehidupan kita sebagai bangsa. Gunungan seharusnya ditancapkan sejak awal,” katanya. Dalam pewayangan gunungan merupakan wayang berbentuk gunung untuk mengawali, membatasi, dan mengakhiri lakon. Sementara goro goro menggambarkan suasana kacau-balau.

Soeharto juga dianggap ceroboh ketika memainkan lakon wayang Semar Mbabar Jati Diri (Semar Membuka kedok). “Enggak pernah ada semar itu mbabar jati diri. Semar sudah iklas menjadi rakyat dengan jati diri yang kesatria dan tak suka menonjolkan diri,” tandas Darmadjati. Semar adalah salah satu punakawan dalam dunia pewayangan, yang juga titisan dewa.

Persoalannya, kenapa Soeharto yang dianggap ahli laku bisa terjebak dalam kesalahan, “lha ini anehnya, kalau soal tekad itu orang bisa keliru.”

Maka agar periode beralih dari harta ke darma sesuai dengan periode kormologis, sebetulnya belum terlambat bagi Soeharto untuk membuang tali wangke (otak sial). Caranya, mengembalikan kekayaan dan seluruh sistem yang keliru. Ini sekaligus sebagai prasyarat agar periode harta beralih ke darma. Apalagi ilmu Jawa yang dianut Soeharto mengajarkan bahwa kekayaan sebaiknya jangan disimpan di laci. “kekayaan itu harus disebarkan di ujung kaki, nyebar undik undik. Inilah kesempatan emas keluarga cendana dan kroninya kalau mau diampuni,” tandas Supadjar.

Dalam praktek, udik udik (kekayaan) itu bisa di serahkan kepada rakyat melalui program Bangga Suku Desa, pembangunan keluarga bersuasana kota di desa. Program ini dicanangkan Soharto sendiri ketika memperingati hari lansia beberapa tahun silam. Jadi, menurut Darmadjati Supadjar sebenarnya ada peluang untuk mengoreksi secara total, Cuma sayangnya tak ada tanda tanda keluarga cendana mau melakukannya.


Sumber : Intisari 2001

8.03.2010

Pendengar Yang Baik

0 comments
Orang yang memiliki kepribadian yang mudah beradaptasi pada dasarnya penuh rasa ingin tahu. Dalam pergaulan sosial atau pekerjaan, dia merupakan pendengar yang baik yang memberikan perhatian yang serius dan tajam kepada keseluruhan pembicaraan, merekam pendapat yang berbeda beda dan sikap yang berlainan. Dia tidak suka menginterupsi atau menyela dengan pandangan yang menentang. Dia tidak mengajukan penolakan, kecuali kalau diminta mengeluarkan pendapat. Pada situasi seperti ini, bisanya dia mencari posisi tengah tengah atau mengusahakan situas kompromi. Dia mempunyai kepandaian khusus yang mengagumkan untuk menyerasikan hal hal yang tampaknya tidak bisa didamaikan, untuk menyelesaikan perbedaan pendapat, yang bertentangan, untuk menengahi perbedaan perbedaan. Jadi, dia berperan baik sebagai penengah atau negosiator. Dan, dia mempunyai cara untuk melepaskan ketegangan karena konflik itu; dengan kata katanya yang lemah lembut dan sabar, menawan hati. Semangatnya yang optimis, usaha pencariannya untuk mendapatkan standar yang tinggi dalam hal tingkah laku dan kelakuan yang baik, memberikan contoh yang dapat mengangkat perbedaan yang ada menjadi tujuan yan kompromi. Tapi, apakah Anda memujinya karena kecakapannya untuk menjembatani perbedaan dan mengkompromikannya, maka mukanya akan merah dan gagap. Dia kaget dan heran karena orang orang lain berpendapat bahwa dia demikian membantu dan cakap: siapa ? saya ? jawabnya. Dia tampak tidak mampu menilai arti penting dirinya sendiri yang sebenarnya demikian besar bagi teman, keluarga, serta rekan rekan kerjanya.

Dia pandai menyembunyikan ekspresi wajahnya sekalipun dia mengalami kekalahan pribadi. Dia tetap menunjukkan sikap perdamaian yang lembut dan optimis. Apabila dia terlewatkan dalam promosi yang diharapkannya, dia tetap merasa ringan dan menghibur, karena berarti dia tidak menerima beban yang lebih berat, sekalipun mungkin dia merasa kecewa juga. Reaksinya mungkin adalah minta cuti panjang. Dia akan bepergian jauh, atau cukup dengan mengunjungi teman teman baiknya, atau dengan berajalan jalan di luar kota. Tapi, pertama tama dia akan mengucapkan selamat kepada rekan kerjanya yang mendapatkan kenaikan pangkat itu; dia tidak pernah menjadi menyedihkan, hancur oleh kekayaan. Dia mungkin akan mengejutkan setiap orang dengan desakannya kepada setiap orang untuk mendukung rekannya yang baru saja dipromosikan. Dia selalu bermurah hati, senantiasa mudah beradaptasi.

Apabila dia mengambil hak cuti dari kantornya, pertama tama yang dikunjungi adalah teman teman lamanya, seolah acara reuni tidak pernah kunjung habis. Atau, dia akan bepergian seorang diri untuk mencari teman baru dalam mengatasi kerisauan hati karena tidak dipromosikan.

Orang yang memiliki kepribadian ini mempunyai pola yang khusus jika diharapkan pada persoalan mengambil keputusan. Pertama, dia memberikan reaksi yang terkejut, kemudian apabila situasi ini mengandung sedikit tekanan atau ketegangan, mungkin dia agak menjadi panik. Selalu saja dia merasa limbung, tidak berpendirian, dan tidak yakin pada diri sendiri. Dia akan berusaha untuk mencari solusi dan mendapatkan pandangan pandangan orang lain, perspektif perspektif lain. Tapi, pendapat pendapat yang berlainan atau bertentangan bisa mengakibatkan keyakinannya merosot lebih rendah lagi. Pada akhirnya dia akan menyaring dan memilih nasihat nasihat yang diterimanya menjadi konsesus yang saling mendekati. Kemudian, dia bergerak maju menuju kearah penyelesaian yang positif. Tapi, kebimbangan dan keraguannya bertambah dan bercampur dengan perasaan rendah diri yang membingungkan dan mengacaukan mereka yang ada di sekelilingnya. Dan, mereka ini bisa saja merasa kesal apabila dia tidak menghiraukan nasihat nasihat yang telah diberikan.

Apabila tekanan terhadap dirinya terlalu keras, orang orang memiliki kepribadian yang mudah beradaptasi ini mungkin malahan menjadi bimbang dan mejadi sangat ragu ragu, uring uringan, dan bahkan emosinya bisa meledak ledak. Reaksi apapun yang ditunjukkannya adalah mekanisme pengulur waktu. Apapun taktik yang ditunjukkannya, ia mencoba mendapatkan waktu mencari cari alasan untuk mencapai konsensus. Dia perlu waktu untuk menyiasati yang lain lain, agar mereka mengajukan pendapat, rencana, dan bimbingan.

Karena, orang yang mempunyai kepribadian yang mudah beradaptasi ini bisa dikatakan sebagai ahli strategi ulung, yang mengetahui bagaimana mengatur orang orang lain untuk mengatur hidupnya. Dia juga bisa menjadi negosiator yan ulung, karena kelihaiannya dalam beradaptasi, dan bisa juga dikatakan licik dan penuh dengan tipu daya. Tapi, penbawaannya yang kelihatannya tergantung kepada orang lain sering merupakan suatu ilusi yang licin. Apa yang sebenarnya dilakukan adalah dengan cekatann menyisati orang lain, sadar atau tidak sadar. Kepribadian ini mengatur untuk menguasai dengan membiarkan dirinya dikuasai, memiliki dengan membiarkan dirinya dimiliki. Dia jarang menawarkan diri untuk memegang peranan yang pertanggung jawab; dia sangat mampu untuk mengatur orang orang lain untuk “mengkonsepkan” peranan ini bagi dirinya. Dan, apabila dia dituduh terlalu tergantung atau terlalu bersandar kepada mesukan masukan orang lain, dia tidak peduli itu. Karena, “ketergantungan” bukanlah kata yang kotor dalam kamusnya. Seperti salah seorang di antara orang berkepribadian ini mengatakan “Hal ini tidak menggangguku. Orang orang sebenarnya tidak mengatakan kepadaku apa yang harus saya lakukan atau melakukannya untuk saya. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya dapat melakukannya. Mereka mendesakku melakukannya.”

Penyiasatannya itu juga merupakan srategi besar untuk tidak menimbulkan gelombang gelombang. Kepribadian ini mungkin membuat jengkel dan mengakibatkan frustasi mereka yang dimintai nasihat dan persetujuan. Dia terlalu ramah, telalu luwes dan terbuka, terlalu menyenangkan. Dia bisa membujuk dengan sikapnya itu. Orang orang lain merasa sangat ingin membantu, dan mereka tampaknya akan kembali lagi untuk lebih memberikan bantuan.

Kepribadian ini cakap dalam mengubah pandangan dan menerima standar standar baru. Ini adalah contoh lain dari bakatnya untuk bersikap luwes dan terbuka. Mahasiswa yang dengan mudah mendukung pemikiran pemikiran baru ketika masih berada dalam kampus, bisa saja lima tahun kemudian setelah menamatkan studinya muncul sebagai orang konservatif di pinggiran kota.

Kepribadian ini benar benar dapat menghargai nilai nilai yang saling bertentangan. Jadi, dia akan coba mendamaikan apa yang tak dapat didamaikan. Dia selalu ikut serta, untuk mendukung nilai nilai apa atau siapapun yang berarti dalam dunia sekitarnya. Dan selama itu, dia jujur dan mempunyai dedikasi dalam usaha pencariannya itu. Dia juga jujur dalam pandangannya, sambil tetap membuka diri bagi perubahan perubahan dan bagi perspektif yang segar, dalam pencariannya yang terus berlangsung untuk menemukan apa yang benar dan baik. Sekali dia menemukan peranan dan cita cita yang dipercayainya benar bagi dirinya sendiri, dia akan mencoba memenuhinya dengan segala dayanya. Tapi, sampai dia menemukan semuanya itu, dia senantiasa berada dalam bahaya, karena terlalu sadar dan terlalu siap siaga selama itu. Dia terlalu banyak tanggapan dan kemauan yang berbeda beda, yang selalu demikian menggiurkan, dan menggairahkan, hingga kadang kadang dia membiarkan dirinya ditarik kebanyak arah, sehingga dia akhirnya kehilangan identitas diri.

Pencarian untuk menemukan diri sendiri, pencarian untuk identitas, cita cita dan peranan, membawa kepribadian ini kearah serangkaian jurusan yang berbeda beda. Dia mungkin mempunyai perhatian yang besar kepada nenek moyang dan silsilahnya. Dia hendak mengidentifikasikan dirinya sendiri dengan sekolah yang benar, klub yang benar, perusahaan yang besar dalam bidangnya, atau tetangga yang tepat, dan dia akan terkesan oleh mereka yang telah berhasil menemukan jenis identifikasi yang tepat seperti itu. Dalam kenyataanya, dia bisa menjadi demikian sangat terkesan, hingga kadang kadang memberikan tanggapan yang berlebih lebihan, menjadi malu ketika menyadari bahwa dia telah menjadi terlalu tidak sabar. Singkatnya, dia bisa menjadi mudah ditipu dan naif. Tapi, dia cukup mampu untuk memperbaiki kesalahan ini, bergerak maju terus karena dia adalah seorang yang sangat mobil. Sifatnya yang ingin tau mendorongnya untuk menikmati apa yang aneh aneh atau asing, hingga dia senang sekali menjadi turis dan pelancong. Di sini ketajamannya untuk mengobservasi dan mendengarkan membuat perjalanannya itu menjadi menggairahkan dan memperkaya pengalamannya. Mereka yang menemaninya atau berjumpa dengannya sepanjang perjalanannya, pada umumnya akan berpendapat hal yang sama.

Gregory G. Young

7.30.2010

Orang Sehat Dan Dewasa

0 comments
Tidak semua orang yang dewasa mempunyai diri yang sehat dalam artian sehat secar fisik dan mental. Ada orang dewasa yang sehat secara fisik, teat tidak sehat secara mental atau bersifat kekanak kanakan; seperti yang kita sengar mengenai seorang anggota dewan yang memukul rekannya sesama anggota dewan. Memang sulit untuk mendapat batasan dalam berfikir dan menganggap seseorang telah dewasa secara fisik dan usia. Namun sifat dewasa dapat kita pahami dalam pola piker ketika seseorang bertutur kata dan menyampaikan pandangan pandangannya.

“Kesehatan” mempunyai banyak arti, dari “merasa nyaman” sampai “berfungsi organisme organisme dengan sebaik baiknya.” Pada dasarnya kesehatan berarti keterbukaan, keluwesan, perasaan, berinteraksi, menyayangi, memperhatikan, memberikan, dan masih banyak lagi. Orang yang sehat dapat diharapkan dapat menanggulangi berbagai tekanan, pertentangan, dan krisis secar asadar an akal sehat. Dia tidak menghindari tekanan oleh karena dia tidak apat melakukan itu. Tekanan terjadi dalam hidup ini, tidak dapat dihindari, tetapi memang harus dihadapi. Orang yang sehat sadar akan gagasan gagasannya, usaha perjuangannya, dan implikasi implikasi dari setiap tindakannya. Dan, dia juga tau bahwa orang oeang lain juga mempunyai gagasan gagasan, usaha perjuangan, perasaan perasaan, dan pola pola kelakuan mereka sendiri. Dia suka bergaul. Dia berusaha berinteraksi secara produktif dan konstruktif dengan dunia dan sesamanya. Orang yang sehat merasa aman. Dia tau dirinya sendiri; dia merasa santai dengan dirinya sendiri. Dia menaruh rasa kasian kepada sesamanya; dia data menderita bersama sesamanya. Dia mampu mengembangkan system nilainya sendiri, membuka diri untuk gaasan gagsan baru, serta konsep konsep dan wawasan wawasan yang segar. Dia tidak enggan mengulurkan tangan, membantu dan memberikan kasih saying kepada sesamanya. Dia menerima kasih sayang dan dukungan. Orang yang sehat mampu menggunakan bakat bakatnya dan memperoleh keterampilan, baik untk kepuasannya sendiri maupun untuk mengabdi kepada dunia sekelilingnya. Dia dapat menentukan pilihan, bahkan pilihan pilhan sulit yang mengansuk resiko. Dia dapat tumbuh dalam kemampuan kemampuan pribadi dan tanggung jawab sosialnya.

“Dewasa” yang dipakai disini dan dapat ditukar dengan “sehat.” “Dewasa” dan “kedewasaan” mempunyai arti fisiologi dan kronologis, tapi kami tidak akan menggunakan kata kata ini dalam arti yang demikian. Seorang yang menunjukkan kedewasaan dalam segala umur apabila dia terbuka untuk menggunakan kemampuan dan kekuatannya yang ada pada tingkat pertumbuhannya pada saat itu, dan dengan norma norma gaya kepribadiannya sendiri. Kemampuannya diukur bukannya dengan penilaian dari anak anak yang lain dalam keluarga, sekolah, para tetangga, atau dengan buku petunjuk perusahaan bagi para eksekutif muda, tapi dengan tanggapannya seniri terhadap kesempatan untuk tumbuh dan mengulurkan tangan.

Suatu peringatan keras. Orang orang tua hari ini ditawari dengan segudang petunjuk dalam menjalankan peranan mereka sebagai orang tua. Tapi, begitu sering bahan bahan yang diberikan itu disusun dan dicapur campur sedemikian rupa dengan hanya berdasarkan perkiraan. Yang semacam ini adalah berbahaya dan dapat merusak. Kita harus ingat, bahwa setiap gaya kepribadian, mempunyai esensi kekuatan dan kelemahannya sendiri sendiri. Peraturan yang sama mempunyai makna yang bersifat relatif bagi kepribadian yang berbeda beda. Maka,apa yang dianggap dewasa dan sehat dalam bersikap bagi sesuatu gaya kepribadian belum tentu cocok bagi gaya kepribadian yang lainnya. Orang tua yang kurang teliti dan kurang berhati hati mengharapkan anaknya bersikap dalam gaya da cara yang sama sekali tidak sesuai dengan gaya kepribadian anak itu sendiri.


Membaca kepribadian orang
Gregory G. Young

5.22.2010

Tumbuh Kembang Remaja

0 comments
Perubahan apa yang Banyak Dialami Remaja?
Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, baik yang bisa dilihat dari luar maupun yang tidak kelihatan. Remaja juga mengalami perubahan emosional yang kemudian tercermin dalam sikap dan tingkah laku. Perkembangan kepribadian pada masa ini dipengaruhi tidak saja oleh orangtua dan lingkungan keluarga, tetapi juga lingkungan sekolah, ataupun teman-teman pergaulan di luar sekolah.




Masa remaja dibedakan dalam :

1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.
2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.
3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.

Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan :

1. Mulai menstruasi.
2. Payudara dan pantat membesar.
3. Indung telur membesar.
4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat.
5. Vagina mengeluarkan cairan.
6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina.
7. Tubuh bertambah tinggi.

Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :

1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap.
2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin.
3. Tumbuh kumis.
4. Mengalami mimpi basah.
5. Tumbuh jakun.
6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang.
7. Penis dan buah zakar membesar.

Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :

1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.

Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.

dari berbagai sumber...

4.26.2010

Kupu Kupu Malam

0 comments

ADA YANG BENCI DIRINYA..

ADA YANG BUTUH DIRINYA..

ADA YANG BERLUTUT MENYINTANYA..

ADA PULA YANG KEJAM MENYIKSA DIRINYA..

Oma Titiek ciptakan atas dasar keprihatinan tatkala melihat kehidupan wanita-wanita malam yang mungkin saja mereka sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu. kehidupan kupu-kupu malam adalah sebuah pilihan. Tidak semua kupu-kupu  ini senang dengan keadaan mereka, walaupun ada sebagian yang melakukan pekerjaan ini karena mereka memang menyenanginya, tetap saja dalam hati sebenarnya mereka ingin berhenti.

Hidup ini adalah pilihan. Terkadang untuk mempertahankan hidup tidak mudah di tengah Banyak hal yang melatar belakangi pekerjaan kupu-kupu malam ini, tapi yang paling besar adalah faktor ekonomi. Ada yang berangkat dari trauma masa lalu dimana mereka pernah mengalami perlakuan tak senonoh dari orang-orang di sekitar mereka, keluarga, teman dan akhirnya mereka merasa bahwa hidupnya sudah hancur, jadi sekalian saja mereka terjun ke dunia ini.

Terkadang kepolosan, keluguan perempuan-perempuan desa atau perempuan-perempuan dengan latar pendidikan yang kurang memadai bisa mengakibatkan mereka terjerumus. Mereka diperalat oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang bisanya mengambil keuntungan dari keluguan mereka.

Kita pun tidak tahu apa yang ada di benak para kupu-kupu malam ini. Seperti lirik lagu diatas bahwa terkadang mereka menangis dalam senyuman, mereka tahu Tuhan sangat menyayangi hambanya tapi yang mereka tahu hanyalah menyambung nyawa. Para kupu-kupu malam ini dipandang oleh sebagian besar masyarakat sebagai sampah yang tidak berharga dan aib dalam keluarga. Masyarakat hanya bisa menghakimi tanpa bisa mencari jalan keluar yang terbaik supaya sampah masyarakat ini bisa berguna bagi bangsa dan negara. Masyarakat hanya bisa menghina, mencemooh tanpa memikirkan bagaimana supaya kupu-kupu malam yang mereka anggap sampah bisa bertahan hidup di dunia yang kejam ini.

Kita tidak boleh memandang sebelah mata, pekerjaan mereka memang tidak baik tapi mereka tetap manusia yang membutuhkan perhatian, kasih sayang dan penghidupan yang layak. Mereka hanya ingin menunjukkan bahwa hidup ini tak mudah, segala cara mereka tempuh supaya dapat bertahan hidup. Para kupu-kupu malam ini tidak seberuntung kita yang mendapatkan pekerjaan yang layak, berpenghasilan yang dapat mencukupi kehidupan sehari-hari. Hendaklah kita bersyukur dalam segala hal karena diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan yang halal dan janganlah kita terlalu memandang ke atas. Roda kehidupan itu berputar, janganlah kita merasa sombong dan menganggap remeh orang-orang yang hidupnya kurang beruntung.

Wahai kupu-kupu malam selagi engkau bisa berjuang untuk keluar dari lembah nista-mu keluarlah, berkaryalah dengan segenap kemampuan-mu. Tunjukkan bahwa engkau yang dianggap sampah tidak selamanya mengotori bumi Indonesia ini.

12.06.2008

Perbedaan Itu Indah

2 comments
Alangkah indahnya jika bangun pagi hari dan dapat melihat alam sekitar, dengan beragam jenis tumbuhan yang ada begitu banyaknya. Begitu juga dengan perbedaan - perbedaan yang ada di dunia ini, terdapat berbagai macam perbedaan yang ada. Misalkan : ada orang kaya, ada juga orang miskin ada orang pandai dan ada juga orang bodoh ada laki – laki dan juga ada perempuan, kalau bencong ?? wah no comment, cang sing ngerti, adi bisa ada ne keto !!

Perbedaan tersebut tidak perlu disalahkan. Yang salah adalah bila kita tidak bisa menyikapi perbedaan. Bukankah Tuhan menciptakan keindahan itu justru dari perbedaan? Indahnya kebersamaan justru kalau kita dapat merasakannya sebagaimana kita melihat suatu ‘Rangkaian Bunga’, dalam sebuah rangkaian, kita dapat menemukan bunga berwarna cokelat, merah, jingga, atau merah muda. Semua warna itu berpadu memberikan semburan nuansa indah yang memikat mata untuk melihat. Kita melihat keindahan justru melalui perbedaan. Karena Perbedaan Itu Indah !! sing keto yan ?? Mirib dee !!

Tuhan membuat perbedaan itu juga ada tujuannnya Diantaranya : meningkatkan status kita sebagai makhluk sosial, dimana kita tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain… misalnya saja, kalau gak ada perbedaan dimana orang kaya dan miskin, mana ada orang yang mau beramal ! tidak ada seseorang yang dianggap kaya jika tidak ada orang miskin.. seperti kata orang Bali, Tusing Ada Nak Agung yening Panjakne sing NgAgung’in (Tidak ada orang yang di anggap Raja jika anak buahnya tidak memanggil dia Raja)


Profesi atau keahlian, tidak semua orang akan bisa melakukan semua pekerjaan hidupnya.. tidak akan mampu !! Misalnya semua jadi Pandai Besi, terus siapa nanti yang jadi tukang kayu ? Nah anak2.. disini indahnya perbedaan itu, kita bisa minta tolong kepada seseorang sesuai dengan karma ko karma ? Profesiii mereka masing – masing, begitu juga kita. Jadi,, kita bisa tolong menolong dehh !! Semua pekerjaan akan terselesaikan jika itu berjalan sesuai Amal dan RidhoNYA .. Aminnn !!


Juga dengan adanya perbedaan status sosial, pasti ada maling, orang yang korupsi, pengemis dan masih banyak lagi !! Dengan adanya hal tersebut, juga memberikan nafkah bagi para polisi, jaksa, Lembaga Tinggi Negara, yang mana menggantungkan hidupnya dari kesalahan yang diperbuat oleh seseorang, mungkin banyak persepsi yang pernak saya baca dari hal ini.. ada yang tidak setuju karena Mereka mencari keuntungan dari kesalahan orang !! kalau menurut saya, sih itu ada baik juga, kalau dilihat dari kesalahan orang itu,dia mencuri, korupsi, dia telah membuat kesalahan dan merugikan orang lain juga,. Sing keto yan ?? keto je asane !! Polisi, Jaksa dst, dia hanya melakukan dan menjalankan tugasnya sebagaimana seharusnya,.. itu bagus !!


Kita harus belajar memaklumi setiap perbedaan yang ada diantara kita, Perbedaan tak jarang membuat adanya ketersinggungan. Karena itu, kita harus mampu memberikan maaf,. kadang, perbedaan memang tidak selalu baik.. Tapi, di situlah diperlukan kemauan untuk memperbaiki, bukan menyalahkan.. Sesuatu pasti ada Baik dan juga ada Buruknya. Tidak akan selamanya Baik dan tidak akan selamanya Buruk !! Aduh sekian dulu .. Seduk basange seduk Dija kaden ngalih dagang nasi.. gumine grindam grindem !!

11.16.2008

Penestian Pengiwa dan Leak

0 comments
Selama ini leak dijadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang. Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut “penestian” ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam ini disebut “ Pengerancab”. Adapun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang lain sehingga emosi, setelah emosi barulah dia bereaksi, jadi emosi dijadikan pukulan balik bagi penestian.

Dalam ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana, termasuk aji nomoto, he..he.. Aliran ini disebut “pengiwa’ ( tangan kiri) kenapa tangan kiri, sebab setiap menarik kekuatan selalu memasukan energy dari belahan badan kiri. Sedangkan ilmu leak dari tangan kanan, makanya disebut penengen (tangankanan).

Ilmu leak ini ada tingkatan – tingkatannya yaitu :


Pertama Ilmu Leak Tingkat Bawah yaitu orang yang bisa ngeleak tersebut bisa merubah wujudnya menjadi binatang seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina (bangkung) dan lain – lain.


Ke Dua Ilmu Leak Tingkat Menengah yaitu orang yang bisa ngeleak pada tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Burung Garuda bisa terbang tinggi, paruh dan cakarnya berbisa, matanya bisa keluar api, juga bisa berubah wujud menjadi Jaka Tungul atau pohon enau tanpa daun yang batangnya bisa mengeluarkan api dan bau busuk yang beracun.


Ke Tiga Ilmu Leak Tingkat Tinggi yaitu orang yang bisa ngeleak tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Bade yaitu berupa menara pengusungan jenasah bertingkat dua puluh satu atau tumpang selikur dalam bahasa Bali dan seluruh tubuh menara tersebut berisi api yang menjalar – jalar sehingga apa saja yang kena sasarannya bisa hangus menjadi abu.

Leak ? Di Bali ??

0 comments
Kata leak sudah mendarah daging di benak masyarakat di Bali atau asal Bali yang tinggal di Bali maupun di perantauan sebab kata-kata ini sangat sering kita dengar dan membuat bulu kuduk merinding atau hanya sekedar ga berani keluar malam gara-gara kata “leak" ini.

Begitu juga keributan sering terjadi antar tetangga gara-gara seorang nenek di sebelah rumah di tuduh bisa ngeleak… ironisnya lagi yang menyebut si Nyoman atau Made bisa ngeleak adalah sekelas balian sonteng, dan sebangsanya. Bahkan bayi menangis tengah malam, yang mungkin kedinginan atau perut kembung yang tidak di ketahui oleh ibunya, juga tuduhannya pasti “amah leak” apalagi kalau yang bilang balian sakti, wah…pasti percaya bee ..

Pada prinsipnya ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti seseorang, yang di pelajari adalah bagaimana dia mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan. Ketika sensasi itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau ngeraga sukma, kata ngelekas artinya kontraksi batin agar badan astral kita bisa keluar, ini pula alasannya orang ngeleak apabila sedang mempersiapkan puja batinnya di sebut “angeregep pengelekasan”. Berubah ,, keto yen cara kartun - kartun di tv.


Sampai di sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum di sebut “ndihan” bola cahaya melesat dengan cepat. Ndihan ini adalah bagian dari badan astral manusia, badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dan di sini pelaku bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain.


Jangan salah… dalam dunia pengeleakan ada kode etiknya, sebab tidak semua orang bisa melihat ndihan, juga tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak. Peraturan yang lain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat dengan orang mati, orang ngeleak hanya shopingnya di kuburan (pemuhunan) apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik sesuai karmanya.